DUKUNG PARIWISATA, PEDAGANG KAKI LIMA DI BUKITTINGGI BERJUALAN MENGGUNAKAN PAKAIAN ADAT 

 

UNusantara BUKITTINGGI, – Mulai hari ini, Pedagang Kaki Lima di kawasan pelataran Jam Gadang, Pasar Atas Kota Bukittinggi berjualan dengan menggunakan pakaian adat, hal ini dilakukan dalam rangka pembinaan serta menambah daya tarik Wisatawan.

Keseragaman pakaian yang digunakan menimbulkan nuansa baru bagi pengunjung dan wisatawan di Kota ini apalagi pakaian adat juga dipakai oleh Petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang turut menjaga keamanan dan ketertipan di daerah objek-objek Wisata di Kota tersebut.

Sinergitas antara pedagang kaki lima dengan Petugas SatPolPP ini diharapkan dapat mewujudkan kawasan pariwisata dengan nilai-nilai adat yang aman dan tertib.

Walikota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan bahwa penggunaan pakaian adat berupa baju taluak balango dan penutup kepala (Deta) warna hitam dan celana batik bagi laki-laki dan baju kurung atau gamis warna hitam bagi perempuan sudah dimulai hari ini, Rabu (1/2).

Menurutnya sebelum diterapkan hal ini seluruh pedagang telah diberikan pembekalan.

Sesuai data Pemkot Bukittinggi ada sebanyak 490 orang PKL yang tersebar di Jalan Cindua Mato, Jalan Minangkabau, Pasar Atas, Pasar Lereng, Jenjang Gudang dan khususnya seputaran Jam Gadang yang menjadi magnet utama atau ikon Kota Bukittinggi.

Pembinaan serta pengawasan kepada pedagang juga dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan serta Dinas Sat Pol PP.

” Kawasan tersebut harus tertata, bersih dan tertib dengan penataan dan memperketat dagangan PKL agar di kawasan itu tidak berserakan sampah hasil dagangan. Dagangan yang memang tidak menghasilkan sampah diprioritaskan berjualan di seputaran taman pedestrian, pelanggaran terhadap aturan yang disepakati dapat sanksi tegas hingga pencabutan izin berdagang di lokasi tersebut. ” Ujar Erman Safar.

BACA JUGA :  WALIKOTA LEPAS TIM JAM GADANG ROBOTIC MENUJU NASIONAL
error: Content is protected !!